Live In Kakice 2017

Program tahunan sebagai pengganti Ujian Tengah Semester (UTS) di Kampoeng Quran Cendekia adalah Live In. Live In merupakan salah satu program unggulan selain program program Tahfiz Quran. Program ini dilaksanakan dalam bentuk bermukim di rumah warga di sebuah desa. Para santri bermukim selama kurang lebih sepuluh hari di rumah seorang warga yang memiliki potensi untuk santri ikut berkarya.
Live In tahun ini dilaksanakan di dua tempat berbeda. Tempat pertama, yaitu Kp. Barunagri Ds. Sukajaya Kec. Lembang Kab. Bandung Barat. Sedangkan tempat kedua adalah Kp. Cirahayu Ds. Ciburial Kec. Cimenyan Kab. Bandung.
Di Lembang, santri belajar memelihara sapi mulai dari membersihkan kandang, memberi pakan, memandikan, memerah susu, hingga mengolah susu sapi menjadi berbagai aneka makanan atau minuman. Sedangkan di Cimenyan, santri belajar memelihara lele. Pemberian pakan, pembibitan, hingga panen akan dipelajari santri selama bermukim di sana.
Untuk minggu pertama, Live In di Lembang diikuti oleh santri putri sedangkan di Cimenyan diikuti oleh santri putra. Adapun pada minggu kedua para santri bertukar tempat. Dengan demikian, para santri dapat beroleh pengetahuan dan pengalaman cara beternak sapi di Lembang dan beternak lele di Cimenyan.
Tujuan diadakannya Live In ini adalah agar para santri dapat ikut berbaur bersama warga hidup bermasyarakat. Santri ikut membantu induk semangnya bekerja sehari-hari sesuai mata pencahariannya. Ini diharapkan santri dapat memahami dan merasakan bagaimana proses mencari nafkah yang dilakukan induk semangnya. Dengan demikian, santri dapat memiliki empati yang tinggi dan akan mensyukuri setiap nikmat yang mereka peroleh.
Tidak seperti program Live In sebelumnya yang dilaksanakan secara serentak diikuti oleh seluruh santri dalam satu waktu. Live In kali ini dilakukan secara berkelompok secara bergantian. Kelompok pertama melaksanakan Live In selama lima hari kemudian diganti oleh kelompok berikutnya selama lima hari juga. Sementara, santri-santri yang belum kebagian giliran Live In dapat mengikuti proses belajar di pesantren seperti biasa.
Format seperti itu ditujukan agar para santri memiliki kemandirian, kompak, kerja keras, saling menghargai, bertanggung-jawab, dan dapat dipercaya. Selain itu, guru-guru pembimbing pun lebih efektif dalam melakukan monitoring. Pembelajaran di pesantren pun dapat berjalan sebagaimana biasa.*** (ek/kakice)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *