Pasantren Ngageulis

Pondok pesantren Kampoeng Quran Cendekia tengah mengembangkan tradisi ‘Pasantren Ngageulis’ dalam rangka menyambut perayaan Idul Adha. Pasantren Ngageulis merupakan istilah dalam bahasa Sunda yang artinya pesantren bersolek. Hal ini guna mempercantik diri agar menarik perhatian orang banyak.
Peringatan hari raya Idul Adha merupakan salah satu momentum yang istimewa bagi Kampoeng Quran. Biasanya masyarakat di sekitar pesantren akan berdatangan guna menyaksikan penyembelihan dan pembagian hewan kurban. Pesantren harus berbenah mempercantik diri agar tidak malu dilihat masyarakat. Stigma pesantren yang pada umumnya selalu dipandang sebagai tempat yang kumuh, jorok, dan tidak menyenangkan, perlahan harus diubah menjadi pesantren yang bersih, rapi, nyaman, dan enak dipandang.
“Kami berusaha mempercantik diri agar masyarakat tertarik melihat pesantren. Jika sudah tertarik, mudah-mudahan bisa jatuh cinta dan mau memasukkan putra-putrinya ke pesantren,” ungkap Matsna Muhammad, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Kampoeng Quran Cendekia. “Masjid sudah hampir selesai dicat ulang. Mudah-mudahan sebelum pelaksanaan salat Idul Adha sudah selesai,” lanjutnya.
Sebelumnya, pihak pesantren pun telah selesai menyulap kolong sebuah kobong yang tadinya tampak kumuh menjadi rapi dan bersih. Kolong kobong tersebut digunakan sebagai ruangan multifungsi seperti tempat belajar, makan, ataupun sekadar tempat untuk bercengkerama para santri. Ruangan yang didominasi oleh cat berwarna biru itu baru diresmikan penggunaannya seminggu yang lalu. Sejak peresmiannya, ruangan itu belum memiliki nama. Maka, para santri menamai sendiri ruangan itu dengan Ruang Persib. Ini merujuk pada warna kesebelasan sepakbola yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Terakhir, pihak pesantren tampak membenahi taman di sekitar kobong para santri. Para ustaz dibantu oleh beberapa orang santri tampak sibuk menanam tanaman hias di halaman kobong santri putra pada Rabu sore (30/8/2017). Meski tengah menjalankan puasa sunah Arafah, mereka bersemangat bekerja mempercantik halaman kobongnya. Beberapa jenis tanaman hias yang sengaja dibeli oleh para santri ditanam dan ditata dengan rapi. Mereka tak sayang mengeluarkan uang kas untuk membeli tanaman hias itu demi mempercantik pesantren tercinta.
“Kami senang, uang kas dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna. Mudah-mudahan kami semakin betah belajar di Kampoeng Quran jika tempatnya nyaman seperti ini,” kata Asep Nursobah, salah seorang santri yang juga menjabat sebagai Lurah (Ketua OSIS) Pesantren Kampoeng Quran.
Pondok Pesantren Kampoeng Quran Cendekia bertekad untuk terus mempercantik diri terutama dalam menyambut hari besar Islam seperti idul Adha ini. Ke depannya, pesantren ini akan mengembangkan konsep pesantren hijau. Pengembangbiakan tanaman sayur dengan sistem hidroponik sudah mulai dirintis. Penanaman sistem konvensional pun tidak ditinggalkan. Pengelolaan sampah akan terus ditingkatkan. Pesantren berkomitmen untuk mewujudkan pesantren berwawasan lingkungan sehat.***(ek/kqc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *