Praktik menyemai benih tanaman selada

Praktik Hidroponik

Santriwan dan santriwati pondok pesantren Kampoeng Quran Cendekia melakukan praktik pembibitan tanaman sayur dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (29.8/2017) di masjid Lembah Hijau Cihanjuang, Kompleks Lembah Hijau Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dadan Syaripudin selaku praktisi tanaman hidroponik. Sebelumnya, Dadan telah berhasil mengembangkan sistem hidroponik ini di sekolah tempatnya mengajar. Dadan yang juga salah seorang pengurus Yayasan Kampoeng Quran Cendekia merasa terpanggil untuk memberikan pelatihan teknik menanam dengan sistem hidroponik.
Sistem penanaman yang 90% menggunakan air sebagai media tanam ini tengah populer di masyarakat. Masyarakat perkotaan khususnya yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk menanam berbagai jenis tanaman beramai-ramai menggunakan sistem hidroponik sebagai solusi atas keterbatasan lahan. Dengan lahan yang tidak terlalu luas serta alat-alat yang sederhana, masyarakat bisa menanam di rumahnya masing-masing menggunakan teknik hidroponik ini.
“Saya ingin membangun kepedulian pada para santri akan pentingnya bercocok-tanam.” Demikian dikatakan Dadan saat ditemui di sela-sela kegiatan. “Ke depannya jika anak-anak sudah mahir bercocok tanam dengan sistem hidroponik ini, mereka diharapkan dapat memberikan pelatihan-pelatihan bercocok tanam hidroponik di lingkungan rumahnya masing-masing.
Para santri tampak antusias mengikuti praktik penanaman dengan teknik hidroponik ini. Ini merupakan teknik yang masih asing mengingat selama ini mereka hanya mengenal cara bercocok tanam dengan sistem konvensional (menggunakan media tanah).
Sebagai awalan, para santri diajari cara menyemai benih tanaman menggunakan rockwoll sebagai media pembibitan. Biji-biji tanaman yang sudah mereka semai selanjutnya mereka simpan di tempat lembab hingga sekitar satu minggu. Selnjutnya, nanti mereka akan memindahkan bibit-bibit tanaman yang sudah tumbuh itu ke media tanam yang sesungguhnya, yaitu sebuah penampang yang terbuat dari batang-batang pipa paralon.
Tidak hanya santri yang antusias mengikuti praktik menanam dengan sistem hidroponik ini. Para ustaz dan ustazah pun tak mau ketinggalan. Mereka membentuk kelompok sendiri dan mengikuti praktik cara menyemai benih. Selanjutnya, mereka akan melakukan praktik selanjutnya pada pekan depan.*** (ek/kqc)

Praktik menyemai benih tanaman selada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *