Sekolah Alam Dengan Asrama Yang Bersahabat

SEMUA TEMPAT ADALAH KELAS

Sekolah KQC menerapkan konsep sekolah alam di mana ruang belajar tidak dibatasi pada ruang kelas, melainkan juga seluruh lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan alam sekitar baik yang dekat maupun yang jauh.

Tempat belajar didesain dengan suasana alami dan memanfaatkan semua yang tersedia di alam sekitar sebagai wahana pembelajaran, sehingga santri dapat membentuk konsepsi pemahaman secara langsung dari objek atau lingkungan yang nyata.

Santri juga dibiasakan untuk menerapkan semua nilai dan aturan di mana pun ia berada. Ia tidak bisa memilih hanya berperilaku baik ketika di kelas saja karena merasa diawasi guru, tetapi ia selalu menjaga perilaku baiknya di mana pun ia berada tanpa disekat-sekat oleh batas yang bernama kelas.

Asrama asri dan alami.

Asrama yang disediakan merupakan bangunan dengan konsep asri dan alami dengan tujuan melatih santri untuk hidup dalam kesederhanaan dan keserasian dengan alam. Selain itu, mereka juga dibiasakan untuk dapat menjaga kebersihan, keasrian, kelestarian lingkungan hidup. Sehingga semua bangunan dan kegiatan didesain agar ramah lingkungan dan menjaga keseimbangan alam.

Kesadaran Diri tanpa Intimidasi

Suasana asrama dikondisikan agar nyaman dengan sistem yang mengajak santri untuk hidup bersahabat, berkasih sayang, dan penuh keteladanan. Semua aturan dalam asrama dibentuk untuk membangun kesadaran diri dan kerelaan, bukan disiplin yang dipaksakan. Namun demikian bukan berarti santri dimanjakan. Aturan dipahami kemudian disepakati untuk dijalankan dengan penuh ketegasan.

Kehidupan asrama dengan segala dinamikanya menuntut santri untuk memiliki citra diri positif dan menempatkan diri sebagai bagian dari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi. Santri diajak untuk berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan dan berani mengajukan solusi dengan tetap menjaga kesantunan.

Pembentukan karakter dengan menerapkan model sekolah asrama tematik

Karakter merupakan kristalisasi dari kebiasaan, sehingga dalam pembentukan karakter diperlukan pembiasaan. Dalam upaya ini, Sekolah Kampoeng Qur’an menerapkan model sekolah asrama tematik. Setiap bulannya dipilih tema-tema tentang pembentukan karakter yang baik. Sehingga dalam bulan tersebut, semua yang ada di sekolah dan asrama, kegiatan, simulasi, poster-poster, materi pembelajaran, dan hal-hal lainnya disetting sedemikian rupa untuk membangun kebiasaan santri sesuai tema karakter yang dipilih. Sebagai contoh, ketika satu bulan dipilih tema kejujuran, maka semua guru dalam mengawali pembelajaran dan pembimbing asrama dalam memberikan arahan, kultum, majalah dinding, poster-poster semuanya berbicara tentang kejujuran, disertai dengan simulasi kegiatan untuk membiasakan perilaku jujur dan tentunya ada reward dan punnishment yang mendidik.

Saling Berbagi bukan hanya Hidup Mandiri

Kemampuan untuk dapat hidup mandiri merupakan bagian yang penting dalam tujuan proses pendidikan di Sekolah Kampoeng Qur’an. Tetapi tidak hanya sampai di situ, santri sejak awal dibiasakan untuk dapat selalu berbagi sesuai peranan, potensi dan kemampuan yang mereka miliki.

Untuk dapat mandiri mereka harus menemukan potensi dan kekuatan masing-masing yang unik dan berbeda satu sama lain. Perbedaan inilah yang menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar saling melengkapi dan berbagi.

Please follow and like us:
error