Sekolah Unggul Berbasis Proses

Kurikulum Pembelajaran Terintegrasi

Kurikulum Sekolah Kampoeng Qur’an memandang bahwa dalam suatu pokok bahasan harus integrated atau terpadu secara menyeluruh. Keterpaduan ini dapat dicapai melalui pemusatan pelajaran pada satu masalah tertentu dengan alternatif pemecahan melalui berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran yang diperlukan sehingga batas-batas antara mata pelajaran dapat ditiadakan.

Kurikulum bermuatan kreativitas, problem solving, character building, life skill dan unit-unit aktivitas yang sesuai dengan bakat santri, bukan sekadar mata pelelajaran.

Keberadaan proses pembelajaran tidak terfokus pada mempelajari mata pelajaran – mata pelajaran, melainkan mata pelajaran – mata pelajaran itu hanya dijadikan sarana untuk mendekati permasalahan yang menjadi fokus kajian. Hal ini, dapat memungkinkan setiap santri memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing, dan secara psikologis dapat menjadi sarana pengembangan pribadi yang utuh.

Pembelajaran Aktif dan Kontekstual

Cara paling efektif dalam memahami materi pembelajaran adalah dengan melakukannya sendiri. Tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, santri lebih dominan didorong untuk mencari pemahamannya sendiri dengan cara aktif mengajukan pertanyaan, melontarkan dan menguji gagasan, serta mempraktikkan teori yang dipelajari. Metode belajar secara aktif dan kontekstual yang dikembangkan di Sekolah Kampoeng Qur’an menyediakan pengalaman belajar yang nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Inklusif dan Berbasis Kecerdasan Majemuk

Sekolah Kampoeng Qur’an menerima santri dari berbagai latar belakang kemampuan intelektual dan mental. Hal ini didasarkan pada prinsip Rahmatan Li Al ‘Aalamiin dan Education for All. Pembelajaran dilaksanakan terdiferensiasi yang mengakomodasi semua latar belakang kemampuan santri.

Berbagai kecerdasan yang berbeda-beda dalam setiap santri diakui untuk kemudian digali dan dikembangkan. Berdasar pendekatan ini, Sekolah Kampoeng Qur’an menghargai semua anak sebagai juara, dan karenanya sangat dermawan untuk memberikan award kepada semua santri.

Selain itu, setiap santri memiliki kecerdasan yang khas atau unik, dan proses belajar hanya berjalan baik jika dilakukan dalam suasana yang demokratis, menyenangkan, kontekstual, dan berorientasi kepada santri. Materi pelajaran disampaikan melalui berbagai pendekatan dan tidak mengandalkan penjelasan naratif dari guru.

Fokus pada mewujudkan proses terbaik

Sekolah Kampoeng Qur’an tidak menerapkan seleksi masuk dalam penerimaan santri baru, karena kami yakin untuk menghasilkan output terbaik bukan semata-mata dengan cara menjaring input terbaik, tetapi dengan menghadirkan proses terbaik. Semua anak berhak untuk mendapatkan pendidikan dengan proses terbaik tanpa dihalang-halangi oleh seleksi kemampuan akademik, beragam tes dan angka-angka lainnya, karena pada dasarnya mereka memiliki potensi masing-masing untuk menjadi juara di bidangnya.

Mempelajari yang benar-benar penting untuk dipelajari dan bermanfaat

Proses pembelajaran di Sekolah Kampoeng Qur’an sepenuhnya didesain dengan mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak agar menjadi manusia-manusia yang berhasil serta hidup sejahtera dunia dan akhirat.

Dengan perspektif tersebut, Sekolah Kampoeng Qur’an hanya memilih mata pelajaran – mata pelajaran dan materi-materi wajib hanya yang benar-benar relevan. Dengan demikian, bukan saja santri tak perlu dibebani dengan materi yang terlalu padat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih menyenangkan, lebih demokratis, dan memberi ruang yang jauh lebih banyak bagi santri untuk melatih berpikir kreatif.

Sekolah Kampoeng Qur’an tidak menuntut santri menghafal kecuali pada sebatas minimum materi yang memang membutuhkan hafalan, seperti Aritmetika, rumus-rumus tertentu, bacaan shalat dan doa-doa, dan dan hadits pilihan. Sehingga santri tidak terbebani dengan hafalan materi pelajaran sains, bahasa, dan sosial yang sebenarnya tidak perlu dihafal, serta mereka dapat fokus terhadap hafalan Qurannya.

Kehadiran Guru sebagai Teman Belajar

Guru ditempatkan sebagai fasilitator dan teman belajar untuk mendukung perkembangan segala kemampuan dan kreativitas santri. Guru bukanlah makhluk serba tahu otoriter yang memperlakukan santri sebagai wadah mati yang dijejali dengan berbagai materi apa saja, yang lebih sering tidak relevan dan tidak kontekstual dengan kebutuhan real santri dan tujuan pendidikan yang benar.

Guru-guru yang mengabdi di Sekolah Kampoeng Qur’an merupakan guru yang memiliki kasih sayang kepada anak-anak, berkomitmen terhadap pekerjaan, kreatif, dan penuh dedikasi.

Menyesuaikan program dengan gaya belajar, bukan memaksa santri untuk mengikuti program

Kegiatan belajar dirancang secara fleksibel mengikuti gaya belajar tiap santri yang berbeda-beda. Kegiatan belajar sambil bergerak dan bekerja, praktik (hands on learning), serta penggunaan alat peraga visual secara bervariasi dilakukan agar proses belajar melibatkan berbagai gaya belajar: auditori, visual, dan kinestetik.

Please follow and like us:
error